| Mengapa Mendukung Mujtahid? |
|
|
|
| Ditulis Oleh Relawan Mujtahid | |
| Kamis, 19 Agustus 2004 | |
|
Pria kelahiran Boyolali 26 April 1973 ini adalah seorang aktivitas muda yang gigih menimba ilmu, baik itu ilmu agama, teknik, maupun sosial yang dianggap bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Putra seorang pejuang pendidikan Muhammadiyah di desa ini menyelesaikan pendidkan SD dan Madrsah Tsanawiyah di desanya. Pilihan Mujtahid meneruskan sekolah di SMA-MA I Al-Islam Surakartadan sekaligus nyantri di Pondok Jamsaren sesui dengan harapan orang tuanya yangmendidik dalam lingkungan agamis. Ayahya ini tidak merelakan anaknyamelanjutkan pendidikan umum kecuali untuk jenjang perguruan tinggi. Bagioragtuanya modal lingkungan pendidikan yang agamis dari kecil hingga sekolahlanjutan adalah sebuah keharusan untuk membekali ilmu makrifat dan akhlak,sehingga dengan sendirinya anak-anaknya mempunyai sedikit bekal dalam melangkahke masa depan.
Setelah menamatkan pendidikan sekolah lanjutan, Mujtahid memilih UI di Jakarta untuk pengembaraan intelektualnya.Pilihan ke Jakartaini disadarinya karena Ibu Kota adalah pusat perubahan dan informasii sehingga aktivitas apapun baik sosial,ekonomi ataupun politik akan mempunyai efek yang lebih besar. Kesadaran inidiperolehnya karena di Pesantren Jamsaren, sosok ini banyak berdiskusi dan berinteraksi denganaktivis mahasiswa UNS yang juga nyatri di situ. Baginya aktivitas akademik dantugas sosial tidak bisa dipisahkan. Sehingga ketika masuk perkuliahan FTUI padatahun 1992, Mujtahid tidak menunda aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan beberapa kelompok studi. Pilihan ini disadariya karena Mujtahid mendambakan reformasi segala bidang atas otoritarianisme Orde Baru yang mencekeram rakyat.
Menurut Mujtahid, musuh terbesar bangsa Indonesia adalah ketidaktahuan dan mental terjajah yang telah melembaga menjadi budaya. Hal inilah yang membuat bangsa ini terpuruk meski sebenarnya memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa. Yah, bangsa ini menjadi miskin dan dizalimi bangsa lain dan bangsanya sendiri karena ketidaktahuannya.
"Saya heran, kenapa bangsa ini baik pemimpin maupun rakyatnya selalu merasa miskin sehinggamengharapkan iba dari orang luar. Padahal orang luar yang datang ke Indonesia justru mencari penghidupan di sini, baik dengan modal uang ataupun modal keterampilan. Psikologis bangsa seperti inilah yang mesti dibalik sehingga kitabisa menata diri sendiri dengan modal karunia yang cukup berlimpah. Dengansedikit kesabaran dan perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, insya Allah persoalan bangsa yang selalu dikeluhkan ini akan cepat selesai",tuturnya.
Ada beberapa hal yang membuat teman-temannya baik yang aktif di DPR maupun di luar DPR mendorong Mujtahid untuk maju sebagai calon anggota legislatif periode 2009-2014.
1. Kapasitasnya sebagai Intelektual Muslim yang profesional
Sebagai seorang muslim yangterpelajar dan lahir dari kultur keluarga yang agamis, Mujtahid memilikikepedulian besar akan persoalan rakyat. Ia aktif di organisasi-organisasimuslim intelektual semacam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Depok, menjabatsebagai Ketua Himpunan Pelajar Islam di Iran tahun 2005-2006, Bahkan dipercayamemimpin PPI Timur Tengah pada Muktamar Badan Kerjasama PPI Timur Tengah di Al-Azhar Cairo 2004. KAHMI(Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dan saat ini masih aktif melakukankaderisasi HMI untuk wilayah Jabodetabek. Di samping itu, ia juga mendapatkepercayaan untuk memimpin LSM Voice of Palestine, sebuah LSM yang berjuanguntuk Palestina lewat jalur politik dan informasi. Lewat LSM-nya itulah iaaktif mendesak pemerintah untuk terus menggalang dukungan internasional bagiterwujudnya Negara Palestina Merdeka.
2. Memiliki jiwa nasionalisme yang kuat
Mujtahid termasuk sangat peduli dengan kepentingan nasional, misalnya ia aktif menggalang dukungan untuk menentang penjualan aset-aset BUMN kepada pihak asing, memperjuangkan masa depan ekonomi kerakyatan, dan menjadi trainer untuk meningkatkan kesadaran politik di kampus-kampus. Mujtahid juga mendirikan jaringan diskusi untuk membahas persoalan rakyat yang mendesak untuk diatasi. Kiprahnya inilah yang membuat nama Mujtahid cukup didengar oleh para aktivitis kampus di Jakarta dan Depok sebagai orang yang memiliki segudang pengalaman. Nasionalisme bukan hanya slogan, namun mesti termanifestasi dalam praktek bernegara termasuk dalam pengelolaan sumber-sumber kekayaan alam kita diantaranya bisa dilihat dalam produk UU kita.
Baginya nasionalisme dan patriotisme harus teraktualisasi dalam membela anak bangsa yang terus terjepitdalam pusaran globalisasi dan pasar bebas. Perlindungan dan pengembangan terhadap petani, nelayan yang merupakan mayoritas rakyat Indonesia harusmenjadi prioritas policy legislative dan eksekutif. Kasus sulitnya petani mendapatkan pupuk menjadi contoh gambling minimnya peran pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, tegasnya.
3. Kredibilitasnya dalam memegang amanah tidak diragukan lagi
Ketika pulang dari Iran, Mujtahidlangsung mendapat amanah dari kawan-kawan di luar negeri untuk mengelola sebuahLSM di Indonesia yang bercita-cita membebaskan Palestina. Tingginya tingkatkepercayaan terhadap Mujtahid, dapat dibuktikan ketika dia sukses mengadakanKonferensi Internasional tentang masalah Palestina di UI, yang diikutiperwakilan Islam, Yahudi, dan Kristen dari seuruh dunia pada bulan Mei 2008.Saat itu dukungan moril berdatangan dan para pejabat serta tamu darimancanegara pun meresponnya secara positif. Tingginya tingkat kepercayaan inimembuat dia termasuk orang yang tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengansiapa saja. Sehingga menjadi modal membangun komunikasi politik yang baik dengansiapa saja untuk tujuan-tujuanyang mulia.
4. Berkontribusi terhadap Pendidikan dan Budaya
Mujtahid adalah sosok yang peduli terhadap permasalahan pendidikan dan budaya. Dia punya konsen terhadap perkembangan teknologi informasi danmengoptimalkan pemanfaatannya untuk menjadi jalan mencerdaskan bangsa. Disamping itu, dia juga aktif bergabung dengan sanggar budaya dan rumah produksidengan turut mensponsori film-film dokumenter, buku dan jurnal yang dia anggap memiliki bisa menjadi pencerahan bagi permasalahan bangsa.
Kesibukannya dalam organsiasi Partai dan LSM tidak melupakannya untuk memberikan motivasi dan pencerahandalam setiap training dan perkuliahan mahasiswa dan generasi muda. Baginya generasi muda dan mahasiswa harus menjadi pioner perubahan dilingkungannya menuju Indonesia yang lebih baik.
5. Membangun politik idealis
Berbeda dengan pandangan kebanyakan masyarakat yang melihat politik itu kotor, Mujtahid melihat bahwa politik itu suci, sehingga orang-orang yang berkecimpung didalamnya mestinya orang-orang pilihan dan terbaik. Karena sejatinya sistem politik itu dibuat untuk diabdikan demi kemaslahatan seluruh rakyat. Politik bener-benar kotor jika design kebijakan negara dibuat oleh orang yang sarat kepentingan pribadi dan golongannya. Setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat maupun lesgislatif mempunyai dampak yang sangat luar biasa menyangkut hajat hidup 240 juta penduduk Indonesia. Untuk itu setiap pilihan rakyat dalam pemilu sangat menetukan jalannya pemerintahan dan produk kebijakan yang diambil DPR.
Kini Mujtahid mempersiapkan langkahnya ke Senayan. Semoga dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, cita-citanya untuk berkontribusi terhadap kemajuan negeri ini melalui politik bisa tercapai. Amin.
Riwayat Hidup Nama: Ir. Mujtahid Nama Populer: Mujtahid Hashem Daerah Pemilihan Jateng VII (Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara) Caleg PAN nomor Urut: 2,
Pendidikan : SD Sumber I, Simo Boyolali,1983 MTsN Sumber Simo Boyolai, 1986-1989 SMA-MA I Al-Islam Surakarta 1989-1991 Pesantren Jamsaren Surakarta, 1989-1991 Jurusan Metalurgi, FTUI 1992-1998 Filsafat Islam, Jamiatul Mustofa, Qom Iran, 2001-2007
Riwayat Aktivias Kemahasiswaan dan Keorganisasian Kelompok Studi Mahasiswa Ekaprasetia UI Ketua TIM Materi dan Perencanaan OPT UI ' 96 Ketua SC "DIALOG NASIONAL MAHSISWA INDONESIA 1998, yang didikuti lebih dari 200 SMPT dan Organisasi Aksi Mahasiswa" 1998 Ketua Umum HMI Cabang Depok, 1994-1995 Ketua Umum HPI Iran-2005-2006 Program Kajian, Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi, 2000-2001 Sekjen Badan Kerjasama PPI Timur Tengah dan Sekitarnya, 2005-2006 Presidium Kerjasama PPI Timur Tengah dan Eropa, 2005-2006 Anggota Presidium KAHMI DEPOk, 2008-2012 Sekretaris Dewan Pembina ILUNI TEKNIK UI, 2008-skrg
Aktivitas di PAN Tim Investigasi DPP PAN, untuk kasus-kasus pembunuhan Dukun Santet di Jawa Timur, 1998 Anggota LINPOL-Pengendalian Politik DPP PAN, 1999 Anggota Litbang DPP PAN, 2007 Anggota "FORUM PANCASILA" DPP PAN, 2008
Riwayat Kerja Manager Program Islamic Center Culture, 2000-2001
Koresponden Tempo, di Iran 2005 PT. Future Light, Komisaris, 2007-skrg PT. Madia Publising, Komisaris, 2007-skrg Direktur Eksekutif " Voice of Palestine", 2007-skrg |


