Tingkatkan Kesejahteraan Petani Melalui PertanianTerpadu PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Purbalingga Info   
Senin, 10 November 2008

 

Pola tradisional yang masih melekat pada petani menjadi salah satu kendala kesejahteraan petani yang selama ini kurang beruntung, padahal sektor pertanian menjadi komediti andalan dinegeri ini, namun ironis sekali kesejahteraan mereka justru jauh dari pada harapan.

 

Melihat situasi semacam ini menggundang  keprihatinan Bupati Purbalingga Drs. H Triyono Budi Sasongko M.Si khusus bagi petani Purbalingga. Triyono sengaja menggaet PT Usaha Tani anak perusahaan PT Artha Graha Jakarta yang siap membantu petani. Selain itu mereka juga selaku konsultan pertanian yang handal.

Kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh Triyono, bahwa masalah pertanian kita tidak terlepas dari masalah petani itu sendiri."Saya sering ngomong dimana-mana, tapi sampai memblepun kalau petani itu tidak mau berubah juga percuma saja" Ungkap Bupati dihadapan para petugas PPL Pertanaian dan Kelopmok tani di operasional room Kamis (6/11) kemarin.

 

Triyono menambahkan petani kita sebagaian besar masih petani gurem atau ceblekan (menggarap lahan tidak terlalu luas) sehingga mereka untuk diajak maju masih enggan, lantaran sifatnya yang menerima apa adanya, padahal kalu disentuh dengan pola moderen bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Selain itu, Triyono juga menyoroti ketidak berhasilan petani kita karena rasa kebersamaan mereka tidak terbangun dengan baik, kalaupun ada sifatnya hanya sementara. "Bagaimana mau maju kalau petani kita masih sendiri-sendiri" Ucap Bupati

Ia mencontohkan, kalaupun ada kebersamaan hanya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah saja, setelah itu bubar dengan sendirinya."kalau ada bantuan, langsung bikin kelompok atau paguyuban, setelah itu ya kembali seperti semula, mereka tetap berjalan sendiri" sindir Triyono

 

Hal senada juga disampaiakan Sapto Wahyu Samudra konsultan pertanian dari Jakarta kalau petani kita masih terjebak dengan pola yang masih senderhana,padahal diera yang seperti sekarang ini petani dituntut maju untuk meningkatkan kesejahteraan petani sendiri."Padahal dengan lahan yang semakin sempit karena kemajuan jaman, dan masalah pangan menjadi kebutuhan pokok, seharusnya sudah mulai membuka cakrawala persepsi kesejahteraan petani itu sendir, melalui pertanian terpadu dengan tidak alergi terhadap kemajuan teknologi, namun tetap mengedepankan kearifan lokal" Kata Sapto

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
sidebar.jpg

Mujtahid TV

Messenger

video

TV Channels